Inezh : The Forgotten Actress

Selasa, 19 April 2016


Resident Evil Director's Cut (1996) is the first series from Resident Evil (video game).  I still remember when first time i played this game from my playstation,  nevertheless i had never finished this game till the end. I was still elementary student that time(1999-2005, i don’t really remember actually). Today (19 April 2016), finally i finished that game (through my playstation emulator in my laptop) and (now i’m just graduated from college). That means i need 10-15 years to finished this game.LOL

i solved all mysteries from this game (even tough i guided from tutorial from youtube). But there’s one thing that (maybe) nobody in this world couldn’t answer yet: who’s actress who portrayed Jill Valentine in this video game?
The credit title in the end of game said that “INEZH” portrayed Jill Valentine, but when i searched on internet, there’s no real information about INEZH, finally i know that INEZH was just pseudonyms, not only just INEZH, the other cast list was just pseudonyms too. (actually i don’t really care about the other characters, i just care about Jill valentine characters)
I searched this information for hours, and finally i surrender. I couldn’t find real information about INEZH
But once again, that information couldn’t reveal the real INEZH
Don’t ask me about why i’m very interested about INEZH, I’m normal guy, and i think Jill valentine character (INEZH) is beautifull and the point is, INEZH is my idol since i was kid.

WHO ARE YOU REALLY INEZH?

UPDATE:

these forum talk about INEZH:
https://warosu.org/vr/thread/981218
http://residentevil.org/threads/live-action-intro-actors.3848/

AND MANY MORE... just search INEZH in your search web engine

Surabaya

Sabtu, 09 Januari 2016
Surabaya, kota besar yang terletak di timur jawa ini.... to the point aja ya.. panas, gersang, ga jauh beda sama Jakarta. Yaa memang lebih bersih sih. Di kota ini aku aku pernah kehilangan handphone dan di kota ini pula aku memiliki secuil kenangan bersama Narema, seorang kawan lama. Di kota ini juga terdapat sepenggal kisah indah Borno dan Mei (dalam buku Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah).

The Gogons and the bitterness of life

Minggu, 03 Januari 2016
Baru kelar baca the gogons nih..lagi- lagi om tere liye berhasil bikin gue kagum sama cerita fiksinya.

Kalian bisa browsing reviewnya, ni novel udah terbit dari bertahun-tahun yg lalu kok.
Ini novel intinya cerita tentang hidup yang (sangat) pahit yang dialami sama manusia. Ini buku sebenernya  walaupun fiksi tapi ga fiksi-fiksi amat. Toh di dunia nyata juga banuak yang kayak gini (bahkan lebih parah)

Billow : Dalam Kenangan

Selasa, 29 Desember 2015
Baca Juga : Billow

Billow, kucing cantik berwarna putih, kedua matanya mempunyai warna yang berbeda ; yang satu biru yang satu lagi berwarna kuning. Dari warna kedua matanya itulah kami memberinya nama Billow (Biru & Yellow).


Billow and Family 2013
Kini Billow telah tiada karena sakit (katanya) entahlah, aku juga tidak tahu pastinya karena hampir 2 tahun terakhir Billow tidak lagi bersama kami, kami sempat merawatnya sendiri selama kurang lebih 5 bulan, namun 2 tahun terakhir Billow dirawat oleh orang tua Hanum karena beberapa alasan, namun alasan terbesarnya adalah masalah biaya makan dan Billow beserta perlengkapannya, yaa sebagai mahasiswa, membiayai diri sendiri sudah cukup berat apalagi mengurus se ekor kucing ras.


lalu mengapa kami membelinya? mengadopsi se ekor kucing adalah ide yang menyenangkan kalau kalian adalah seorang pecinta hewan. lalu mengapa melepasnya untuk dirawat dengan orang lain? sudah saya jelaskan tadi, lagi pula tadinya kami berencana untuk merawatnya kembali suatu saat jika kami sudah melepas status mahasiswa. Sekarang Billow sudah tiada, rencana itu pun pupus.

Dokumentasi Budaya: Reak Sumedang @ Desa Cileles Cikuda Jatinangor

Sabtu, 29 Agustus 2015
Ini adalah salah satu karya jurnalistik saya bersama tim. Dalam karya kali ini saya bertugas sebagai  pilot project yang merangkap sebagai direktor dan Camera Person. Karya ini bertemakan budaya, dalam video ini diceritakan kisah sekelompok seni untuk mempertahankan ke eksisan salah satu kesenian budaya dari leluhurnya, yaitu Reak Sumedang. Pak karna, ketua dari perkumpulan seni ini mengaku bahwa ia mengimpikan jika suatu saat Reak Sumedang dapat kembali berjaya seperti sediakala. Ia bersama anggota tim nya setiap akhir pekan menampilkan reak sumedang di tempat publik,meskipun harus mengeluarkan uang sendiri  untuk biaya pementasan,  bahkan sering merugi, namun pak karna bersama tim nya pantang menyerah untuk tetap melestarikan kesenian reak sumedang.
Jatinangor, November 2014
special thanks to:
Bunga C.
Noviany



Transportasi Bandung di Mata Saya

Kamis, 20 Agustus 2015
4 tahun sudah gue jadi anak rantau di Bandung  Jatinangor, dan selama 4 tahun itu pula gue lumayan sering bolak balik Jatinangor-Bandung yg berjarak kira-kira 1,5 jam naik sepeda motor. Biasanya sih ke Bandung buat ngerjain tugas lapangan, ya sesekali main.

Dulu pas semester-semester awal gue kalo ke Bandung dari Jatinangor biasanya naik bis, soalnya belom tau jalan, kalo pun naik motor pasti dibonceng. Sekarang gue udah hafal jalan,bukan cuma rute jatinangor- bandung doang, tp sebagian besar rute utama di pusat kota bandung, terus juga rute ke cimahi, lembang ya daerah kabupaten Bandung gt lah, sekarang gue udah hafal rutenya. Bagi gue yg anak rantau dari luar Bandung, ini suatu kebanggan tersendiri.

Kembali Bangkit (Niatnya sih...)

Rabu, 19 Agustus 2015


Hai hai hello.. udah lama nih ga update tulisan (padahal emang jarang update) semoga para pembaca ga kecewa yah (kalo emang ada yang baca).

Pas saya cek, terakhir update bulan November tahun 2014. Hmmm... kenapa saya jarang update? Ada banyak faktor, yaitu, males nulis, males kemana-mana,males ngapa-ngapain tp intinya sih ga ada kejadian yang(super) menarik.

Tapi mulai sekarang saya berniat untuk kembali menghidupkan blog ini. Apakah saya sudah menemukan kembali kejadian menarik? Hmm belum sih.. timeline of my life masih gini-gini aja. Lalu kenapa mau niat update?.. ini semua karena Narema, salah seorang kawan lama. Dia yang menginspirasi saya untuk beberapa hal saat ini, termasuk untuk kembali menghidupkan situs blog usang saya ini.

Siapa Narema??? Ah udah ah banyak tanya lu kayak wartawan

Kumiko

Sabtu, 29 November 2014

Berawal dari SMS teman sesama delegasi indonesia pada AEON 2013, Rio, yang mengatakan bahwa salah satu teman dari delegasi Jepang akan datang berkunjung ke Indonesia dan bertanya apakah bisa ikut menemani jalan-jalan selama di Bandung. Tentu aku langsung menjawab “positif”. Karena aku tahu benar batapa senangnya jika melakukan perjalanan, apalagi melakukannya sendiri, saat di tempat yang dituju bertemu dengan teman yang siap menemani. (baca juga: Keliling Pulau Jawa). hal  itulah yang akan kulakukan terhadap salah satu temanku dari Jepang ini.

Kumiko namanya, sebenarnya aku tidak terlalu mengenalnya saat AEON 2103, kami berbeda kelompok saat itu, dan aku yakin dia juga tidak mengenalku secara personal. Tapi aku tidak peduli, yang ada di pikiranku saat itu, aku ingin ikut berpartisipasi menjadi tuan rumah yang baik selama ia di Indonesia.

Bandung adalah destinasi terakhirnya di Indonesia, sebelum ia ke Bandung, ia sudah berkeliling kota Jakarta dan Yogyakarta. Yang hebatnya lagi ialah ia berpergian sendiri dari Jepang, amazing right?

Akhirnya pada kamis malam kami bertemu di rumah makan di Jatinangor. Saat itu juga ada Dyno dan Rio yang juga delegasi Indonesia dan juga ada Fadil, salah satu delegasi AEON 2014. Saat itu kami makan malam sambil me- refresh ingatan kami kembali tentang teman-teman, kejadian menarik selama AEON 2013 berlangsung. Setelah itu kami merencanakan agenda di hari-hari berikutnya buat Kumiko karena ia akan tinggal di Jatinangor untuk 3 hari ke depan, tetapi masalahnya sekarang bukan musim liburan, jadi masing-masing dari kami punya agenda tersendiri yang harus dikerjakan tiap harinya, jadi mau tidak mau kami harus bergantian  menemani Kumiko.

Malam ini Kumiko tidur di Andhiany, entah bagaimana ia bisa tidur di tempat Andhiany, mungkin karena dikenalkan oleh salah satu delegasi AEON 2013 juga, tetapi keesokan harinya Andhiany akan pulang ke rumahnya di Jakarta, Sehingga Kumiko ke depannya akan tidur di Kamar Moe, Moe adalah teman se- Universitasnya Kumiko, ia akan berada disini selama 4 bulan untuk menjalani internship di kampus Universitas Padjadjaran.

Keesokan harinya aku mengajak Kumiko ke Jembatan Cincin yang terletak tidak jauh dari Kampus Unpad (baca juga: Jembatan Cincin Jatinangor), hanya berdua saja, karena teman-teman yang lain ada jadwal kuliah hari ini, sedangkan kebetulan pada hari itu aku tidak ada jadwal kuliah. Saat di jembatan Cincin, dengan cukup pengetahuan yang ku punya, aku menceritakan tentang sejarah jembatan tua ini, ia terlihat tertarik. Tetapi aku hanya bisa menemani sampai jam 9 pagi, karena aku ada urusan lain di Bandung, jadi aku kembali mengantar Kumiko ke apartemen Moe.