Wisata Jurnalistik Bandung part 1 : Dari Pengadilan ke Stasiun

Sabtu, 06 Oktober 2012

Kamis pagi (4/10), Randika, salah satu mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad.... stop stoooopp.. tulisan kali ini tidak akan dalam bentuk straight news, mari kita bahas dengan gaya tulisan yang lebih santai. 

Oke dari ulang yaaa...

Di salah satu hari pada bulan Oktober, kami para mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad pergi untuk tugas lapangan untuk meliput proses persidangan. Aku termasuk salah satunya. Saat tugas ini diturunkan, tidak seperti teman-temanku yang lain, mereka terlihat antusias menerima tugas ini, namun aku langsung berpikir pasti tugas ini akan membosankan.
“buat apa coba, ngeliat orang bersalah yang sedang diadili dan ga ada hubungannya sama sekali denganku” pikiranku saat itu.
Setelah menentukan hari yang tepat, akhirnya pada suatu kamis pagi aku bersama beberapa teman beberapa temanku berangkat ke Pengadilan Negeri Bandung yang terletak di Bandung (ya iyalah anjrittt).
Saat sampai disana, gedung pengadilan masih kosong, ya wajar sih saat itu masih pukul 8 pagi. Akhirnya kami memutuskan untuk keliling dahulu untuk melihat-lihat sekitar gedung pengadilan. Teman-temanku yang saat itu ikut bersamaku adalah Tiara, Laura, Indra, Deden, dan Selly.
Di papan jadwal, proses pengadilan pada hari itu baru dimulai pukul 9 pagi, berarti masih ada waktu kosong bagi kami sebelum melihat proses pengadilan. Akhirnya kami memutuskan untuk sarapan dahulu, kecuali aku dan Tiara. Kami berdua hanya duduk di salah satu bangku panjang dan mengobrol sementara teman kami yang lain pergi untuk sarapan, tidak lama kemudian datanglah  Zulfa, salah satu teman kami juga di jurusan jurnalistik, ia juga datang untuk tujuan yang sama dengan kami.
Singkat cerita, persidangan pertama pada hari itu dimulai pada pukul 10 pagi, padahal di ppan jadwal, disana ditulis pengadilan pertama seharusnya jam 9 pagi,, ah memang negara ini memang terkenal dengan budaya ngaret.
Di dalam ruang sidang yang berukuran... aku juga tidak tahu berapa tepatnya luasnya, lagian kurang kerjaan banget diitungin. Hehehe. Dalam ruang tersebut dilengkapi dengan pendingin ruangan, beberapa bangku panjang dan tentunya alat-alat persidangan yang lain. Terlihat juga beberapa wartawan dari berbagai media yang sepertinya bertujuan yang sama dengan kami untuk menyaksikan persidangan.
Persidangan akhirnya resmi dimulai. Agenda hari itu adalah menyaksikan saksian para saksi. Sementara teman-temanku antusias menyaksikan jalannya persidangan, aku mulai mengantuk. :D Aku memang tidak begitu tertarik pada saat itu. alhasil aku tidak sepenuhnya mengerti jalannya persidangan pada hari itu.
Akhirnya... persidangan diakhiri pukul 12.40 siang. Saat aku keluar ruangan sidang, semakin banyak saja kulihat teman-temanku. Tentunya merekapun sama tujuannya denganku. Haikal, Ucok, Faisal juga kulihat disana, mereka teman-teman kelasku. Rencananya sehabis menyaksikan persidangan kami akan ke stasiun kereta api untuk mengambil foto, itu pun juga merupakan tugas lapangan kami.
Aku pun berpisah dengan rombonganku yang pagi tadi berangkat bersama, mereka mau ke tempat lain, sementara Aku,Haikal, Ucok Faisal akan ke stasiun Hall Bandung, oh ya salah satu teman kami juga mau ikut walaupun dia tidak ditugaskan untuk tugas ini, namanya Tiara, dia adalah salah satu rombongan yang tadi pagi berangkat bersama denganku.
Sesampainya di Stasiun Hall Bandung kami mencoba untuk masuk ke dalam, namun dihadang oleh petugas karena kami masuk tidak menggunakan tiket, itu kami lakukan memang karena kami tidak berniat untuk menggunakan kereta. Sebenarnya kami diperbolehkan masuk asal ijin dahulu kepada bagian kantor. Karena kami gak mau ribet akhirnya kami menuju langsung perlintasan kereta berpalang, sebenarnya itu gak diperbolehkan, tapi kami nekat, yeeah kami memang nekat....


Di rel kereta api kami sembari menunggu kereta, kami foto-foto dulu dengan pose aneh bin konyol. Agak lama kami menunggu sampai akhirnya kereta lewat. Kami pun dapat foto yang kami mau, but... oh wawww mulai turun hujan dan hari pun sudah menjelang malam, kami pun hampir dipastikan ketinggalan DAMRI yang menjadi angkutan umum paling praktis untuk menuju ke Jatinangor dari Bandung. Ditambah lagi kami tidak tahu rute angkutan umum menuju DU (Dipati Ukur) dimana menjadi tempat transit DAMRI. Setelah tanya sama tukang parkir kami akhirnya mendapat info untuk mendapatkan DAMRI menuju Jatinangor, untuk mendapatkan DAMRI kami harus ke terminal Leuwipanjang terlebih dahulu. Lama kami menunggu tetapi DAMRI tak kunjung datang.
Saat menunggu DAMRI jurusan Jatinangor, Salah satu teman kami, Tiara yang agak konyol namun taat beragama ini menghilang entah kemana, tidak lama kemudian ia mengirim SMS yang isinya ia mau sholat dulu, dan ia berpesan kalau DAMRI datang sebaiknya kami(aku beserta teman2,kecuali Tiara) untuk duluan saja. Dan benar saja, tidak lama setelah aku membaca SMS dari Tiara, DAMRI pun datang, teman2ku bertanya-tanya bagaimana soal Tiara. Aku pun menjawab apa adanya, mereka pun aku suruh meninggalkan kami berdua. Aku tentunya sebagai cowok sejati (*eh ups hehe) gak tega ninggalin Tiara sendiri,jadi aku putuskan untuk nungguin dia. (konyol ga sih?) (hahaha enggalah)
Tidak lama setelah itu Tiara pun mencul entah dari mana, dan bertanya mengapa aku gak ninggalin dia duluan aja (itu orang kadang emang rada kampret deh, udah gue tungguin malah nanya gitu) tapi gapapa, aku menjawabnya dengan jujur.
“ya masa gue ninggalin elu sendiri, gapapa lagi nyantai aja ga ngerepotin kok”nya kira2 aku jawab begitu.  Tapi ada sebagian perasaan yang bilang “ah elu sih pecicilan sih, jadi ketinggalan DAMRI kan kita” hahaha, tapi aku pure ikhlas kok, gue kan prototipe cowok sejati gitu looh!!!
Dugaanku ternyata benar, DAMRI tak kunjung lewat, mungkin tadi adalah DAMRI tarakhir di hari itu. akhirnya kami memutuskan untuk naik elf, bukan elf peri ya, tapi mobil elf dan turunnya di Cileunyi, karena elf itu tidak melewati Jatinangor. Sepanjang perjalanan kita bercakap-cakap untuk menghilangkan rasa bosan dan bete gara2 ketinggalan DAMRI tadi sore. Kami bercakap-cakap tentang.... ga tau apaan, random banget.
Sesampainya di Cileunyi kami meneruskan dengan angkot jurusan Semedang, dan drop di Jatinangor...
selesai....... begitulah petualangan ku hari ini.

0 komentar:

Posting Komentar