Pahlawan Jurnalisme

Jumat, 20 April 2012
-->
Pada semester ini saya mendapatkan mata kuliah Pengantar Ilmu Jurnalistik (PIJ), saat menghadiri mata kuliah ini pertama kalinya, dosen saya menyuguhkan sebuah film yang berjudul Veronica Guerin dan untuk memenuhi nilai tugas pertama kami sekelas diminta me-resume film tersebut, begini sinopsis filmnya:

Pada tahun 1990-an di Irlandia tepatnya di kota Dublin, peredaran obat terlarang sudah mulai tidak terkendali. Polisi setempat tidak bisa melakukan banyak untuk memberantas peredaran obat terlarang tersebut. Peredaran obat yang tidak terkendali ini yang bahkan pemakainya sudah ada yang dibawah umur, menarik perhatian Veronica Guerin seorang jurnalis dari Sunday Independent yang ingin menulis berita tersebut sekaligus membongkar sindikat obat terlarang tersebut melalui tulisannya.
Veronica Guerin adalah seorang ibu yang mempunyai satu anak yang bekerja sebagai jurnalis yang biasanya menulis tentang skandal dan berita kriminal. Veronica Guerin bisa dibilang seorang  tomboy, jika mengendarai kendaraan, kecepatannya sering melewati batas bahkan ia sempat di pengadilan karena kebiasaan membawa kendaraan yang buruk tersebut. Jika menulis berita kriminal, Veronica Guerin selalu menulisnya secara mendalam yang selalu menginvestigasi pelakunya, tidak jarang banyak kasus yang terbongkar karena artikel yang ditulis Veronica Guerin. Suami Veronica Guerin sering mengingatkan dirinya bahwa pekerjaannya bisa jadi membawa Veronica sendiri terancam bahaya, bahkan keluarganya bisa pula terancam tetapi Veronica Guerin selalu mengatakan bahwa pekerjaan yang dilakukannya adalah demi kebenaran dan ia tidak akan pernah menyerah.
Mengenai kasus peredaran obat terlarang di Dublin, Irlandia, menarik perhatian dirinya dan ia berencana mengupas tuntas tentang kasus tersebut di media cetak dimana ia bekerja. Pada awalnya ia menginvestigasi salah satu pemakai obat terlarang di bawah umur tetapi tidak banyak yang bisa ia dapatkan, tetapi ia tidak pantang menyerah dalam mencari narasumber, dari sekian banyak narasumber ia mendapatkan suatu nama bernama John Treynor, setelah berbincang-bincang dan menjadi akrab ia mendapatkan satu petunjuk jika sesungguhnya yang berada di balik kasus ini adalah Martin Cahill, pada awalnya Veronica percaya bahwa apa yang dikatakan John Treynor itu benar dan berusaha menelusurinya, lalu ia mendapati fakta bahwa Martin Cahlill

telah tewas terbunuh. Dia juga mendapati fakta bahwa Martin Cahill telah bangkrut sebelum terbunuh, hal ini membuat Veronica Guerin menduga bahwa bukan Martin Cahill yang dibalik kasus besar ini, justru ada seseorang yang lebih bertanggung-jawab dibalik semua ini yang juga telah membunuh Martin Cahill.
Pencariaan Veronica Guerin terus berlanjut, lagi-lagi karena kedekatannya dengan Treymor,Treymor lah yang dicari oleh Veronica, tetapi Treynor selalu menjawab dengan jawaban yang kurang memuaskan. Tetapi pada saat pemakaman Martin Cahill. Treynor mengontak Veronica dan memberikan petunjuk bahwa Gerry Hutch atau yang biasa dipanggil Monk adalah pelaku yang telah membunuh Martin Cahill, dengan insting seorang jurnalisnya, langsung saja Veronica mendatangi Gerry Hutch untuk memintainya keterangan tetapi yang didapati Veronica hanyalah sangkalan belaka bahkan Gerry Hutch mengancam akan menuntut Veronica ke pengadilan jika terus mengusiknya.
Tidak lama berselang, kini giliran Veronica yang mendapat ancaman, tidak tanggung-tanggung, pada suatu malam ada yang mendatangi Veronica dan menembakinya, beruntung senjata api yang dipakai oleh pembunuh itu macet dan hanya mengenai Veronica di bagian paha. Dunia gempar oleh berita tersebut, bahkan media cetak dimana ia bekerja berusaha melindungi Veronica dengan menyarankan agar Veronica untuk menghentikan penulisan artilel mengenai kasus tersebut, tetapi Veronica Guerin memang seorang jurnalis yang sangat bersungguh-sungguh dalam menjalani tugasnya, tanpa pikir panjang Veoronica pun menolak saran tersebut bahkan semakin bersemangat untuk menyusut kasus tersebut.
Tuduhan Veronica semakin kuat kepada Gerry Hutch atau yang biasa disebut Monk. Didatangilah Monk dan lagi-lagi sangkalannya lah yang diterima Veronica. Hari demi hari tanpa sedikitpun berpikiran untuk menghentikan penyelidikannya, Veronica mendapatkan beberapa fakta baru. Veronica mendatangi detektif setempat dan detektif itu memberikan sebuah foto, dalam foto itu terlihat John Treynor dan seseorang bernama  John Gilligan.
Semenjak saat itu Veronica menyadari bahwa John Treynor bukanlah narasumber yang terpercaya. Lalu ia mendatangi kembali Treynor untuk meminta keterangan tentang foto tersebut tetapi Treynor tidak menjawab banyak bahkan menyarankan ibu dari satu anak ini untuk menghentikan penulisannya itu. Veronica semakin yakin bahwa sesungguhnya Treynor adalah seseorang yang dekat dengan dalang sesungguhnya dan berusaha melindungi siapa yang sebenarnya dibalik semua ini. Veronica semakin penasaran dan langsung menghadapi Gillin dengan mendatanginya langsung ke ranch milik Gillin, belum sempat Veronica bertanya banyak, Veronica mendapatkan cacian dan kekerasan fisik, mandapati kekerasan yang berupa fisik untuk kesekian kalinya membuat orang-orang

terdekat Veronica khawatir dan kembali menyarankan Veronica untuk menghentikan penulisannya, apalagi dimalam hari setelah ia mendatangi kediaman Gilligan. Ia mendapatkan ancaman untuk dirinya bahkan untuk keluarganya dari Gilligan. Suatu saat setelahnya, Veronica kembali bertemu dengan Treynor, dalam pertemuan itu Treynor menyampaikan permintaan maaf Gilligan dan berusaha menyuap Veronica supaya Veronica mau menghentikan penyelidikannya itu, tentunya Veronica menolak permintaan itu, lalu tiba-tiba datang seorang wanita yang mengatakan bahwa sebenarnya Treynorlah yang sebenarnya menembak Veronica di malam natal yang naas itu dan Veronica memutuskan untuk menuntut perlakuan Gilligan ke pengadilan.
Gilligan yang mengetahui bahwa Veronica telah menuntut dirinya ke pengadilan langsung marah besar dan berusaha menggunakan segala cara demi menghentikan Veronica. Ia (Gilligan)  telah menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Veronica. Pada suatu hari sepulang Veronica dari pengadilan tilangnya, Veronica dikuntit dua orang yang berkendara motor yang tentunya orang suruhan Gilligan untuk membunuh Veronica, saat mobil yang dikendarai Veronica berhenti di salah satu perempatan, kedua orang tersebut memecahkan kaca mobil Veronica dan menembaki Veronica dengan senjata api, Veronica pun tewas seketika.
Berita kematian Veronica Guerin membuat dunia gempar. Penyelidikan Veronica memang belum selesai saat kematiaannya, tetapi kematian Veronica membuat masyarakat marah dan bertekad memerangi peredaran obat terlarang lebih keras lagi seperti yang telah dilakukan Veronica. Perdana mentri Irlandia ikut mendukung dengan mengerahkan banyak anggota berwenangnya untuk menghusut tuntas kasus itu, ia juga mendatangani Undang-undang tentang pembekuan aset yang dimiliki oleh para pengedar. Di akhir cerita Gilligan dapat tertangkap dan dijatuhi hukuman 28 tahun penjara, sementara John Treynor dapat diekstradisi yang sebelumnya sempat lari ke luar negeri.
 Pendapat saya, dunia jurnalistik itu banyak terdapat kemungkinan didalamnya, kisah seorang jurnalis Irlandia bernama Veronica Guerin adalah sebagian contoh kecil dari dunia Jurnalistik. Tidak selalu dunia jurnalistik penuh dengan kekerasan penuh dengan intrik dan ancaman, jika hal itu pernah terjadi di dunia jurnalistik itu karena memang tugas seorang jurnalis adalah menulis sebuah kebenaran, kebenaran yang bisa membuka mata dan pikiran dunia mengenai apa yang sesungguhnya terjadi. Jurnalisme adalah pekerjaan sekaligus tugas yang luhur yang membutuhkan orang-orang pemberani yang ada di dalamnya.
Tidak selalu dunia jurnalistik itu mengenai kriminal, banyak pula diluar sana jurnalis yang menuliskan tentang teknologi atau budaya yang sedang menjadi topik berita terhangat yang sedang terjadi di dunia ini. Mereka juga bagian dari dunia jurnalistik. Tetapi tetap saja, meskipun para jurnalis menulis berita yang beragam, mereka tetap mengedepankan kebenaran.
Menurut saya, menjadi jurnalis adalah pilihan hidup, tetapi bukan hanya pilihan tetapi juga perlu keberanian saat menjalaninya, faktanya ada puluhan atau mungkin ribuan jurnalis yang terbunuh saat menunaikan tugasnya, tidak peduli itu adalah sebuah kecelakaan, tertembak saat meliput perang atau bahkan dibunuh secara sengaja seperti yang dialami Veronica Guerin.
Seiring bertambahnya tahun, semakin pesat pula perkembangan media cetak ataupun media elektronik, mereka, para jurnalislah yang ikut berperan serta dalam perkembangan media, bisa dibilang para jurnalislah yang menjadi tulang punggung segala informasi yang telah kita terima.
Salah satu tugas media adalah kontrol sosial, itulah yang dilakukan para jurnalis. Veronica Guerin adalah pahlawan, pahlawan di bidang jurnalisme karena ia telah menunaikan tugasnya walau taruhannya adalah nyawanya sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar