Sebagian Kebenaran

Selasa, 05 November 2013

Tiga Jam Penuh Cinta

Sabtu, 02 November 2013
Pagi hari buta di awal November.

Udara dingin yang merasuk hingga ke tulang menjadi saksi bisu.

Bintang-bintang yang terhampar di langit luas menjadi atap.

Tak akan pernah kulupa saat otot-otot lenganku menegang menyebabkan keletihan yang luar biasa.

Otot-otot di kakiku juga tidak kalah letih, berjalan.. menopang beban yang kubawa.

Ah... sebenarnya tidak seberapa beban yang kubawa saat itu.. ya, tidak seberapa jika dibandingkan dengan beban hidupku.

Sendiri... tidak ada yang menemaniku saat fisikku mengalami cobaan hebat saat itu.

Oh maaf... aku tidak sendiri saat itu, ada si merah nan gesit yang setia menemaniku.

Tiga jam sudah... aku puas atas pekerjaanku.

Aku pulang menuju tempat peristirahatan, masih ditemani si merah.

Di perjalanan, aku melihat fajar yang menyebabkan Geulis menjadi siluet.

Megah dan indahnya alam ini.. jika kau menyadarinya.

Coba tengok juga ke dalam diriku... terdapat kemegahan dan keindahan.

Kemegahan dan keindahan yang tak kalah besar dari keindahan alam.


Terdapat kemegahan dan keindahan cinta yang kupersembahkan untukmu

Perekonomian USR Melemah!!!

Minggu, 20 Oktober 2013
20 Oktober 2013 mungkin adalah salah satu hari terkelam bagi perekonomian USR (United States of Randika). Saat Presiden Randika ingin menarik sejumlah uang untuk membiayai kebutuhan negara, ternyata ada pernyataan dari BDH (Bank Dunia Khayalan) yang berisi “maaf saldo tidak mencukupi”. Pernyataan ini membuat bingung negara, maka dari itu Presiden mengirim tim riset negara untuk meneliti masalah ini.

Tim Riset Negara berkesimpulan bahwa, hambatan mengambil kas negara karena permasalahan sistem. Jadi begini ceritanya:

Jarak

Selasa, 15 Oktober 2013
Udah bayar Rp 100rb... duduk doang ngedengerin seminar yg topiknya muter-muter... pulangnya kaga sempet beli oleh-oleh... makan malem di KFC... #JAUH-JAUH KE BOGOR#

Itulah rangkuman perjalanan saya di Bogor selama seharian. Tidak ada yang menarik. Untunglah di malam sebelum keberangkatan, saya menyempatkan membeli buku yang niatnya akan saya habiskan selama perjalanan, namun ternyata buku itu berhasil saya habiskan saat seminar yang topiknya muter-muter sedang berlangsung.

Buku yang saat itu saya baca berjudul Daun yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin karangan Tere Liye. Menurut saya buku itu masih dalam kategori  biasa saja, gak seru-seru amat. Disini  saya bukan membahas tentang buku ini, melainkan akan membahas salah satu makna tersirat dalam buku ini, yaitu mengenai:

Mengubah Keadaan Sempit Menjadi Profit

Senin, 07 Oktober 2013
Minggu (6/10) sekelompok mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Republik Jatinangor mencoba mencari “uang jajan” dengan cara berjualan “kebutuhan sandang manusia” bekas di pasar mingguan yang terkenal di republik Jatinangor.

Pencetus kegiatan usaha ini adalah Dika (20), pada awalnya mahasiswa yang jago bisnis namun terperosok ke jurusan “tulis-menulis” ini melihat tumpukan “kebutuhan sandang manusia” bekas di sebuah tempat yang terlupakan, lalu otaknya secara otomatis menjalankan mode “mengubah keadaan sempit menjadi profit”.

“mungkin orang awam menganggap tumpukan “kebutuhan sandang manusia” bekas ini hanya sebagai sampah tetapi saya memandangnya sebagai “harta karun” tutur mahasiswa yang semasa SMA bercita-cita mewawancarai Annasophia Robb ini.

A Day To Remember #20th

Senin, 30 September 2013
............................................................................................

................................................................................................

....................................................................................................

ga bisa berkata-kata lagi lah.........

selama aku hidup di dunia ini, ini adalah 21 September paling indah.

Terimakasih :')

Aku mencintaimu... Hanum.

Billow

Minggu, 22 September 2013
Namanya Billow, ia baru berusia 4 bulan saat kami membelinya. Aku dan Hanum memang sudah lama berencana memiliki anak kucing tetapi baru pada penghujung Agustus rencana itu terealisasikan.

Billow kami beli dari Bu Ani. Sebenarnya awal perjumpaan kami dengan Bu Ani terjadi secara kebetulan, awalnya memang kami berencana untuk membeli anak kucing di toko hewan yang terletak di Jatinangor,namun menurut penjaga di toko tersebut sedang tidak menjual anak kucing, lalu salah seorang pengunjung di toko hewan tersebut berkata:

"kalau mau membeli kucing di saya saja"

pengunjung yang berkata tersebut tidak lain adalah Bu Ani, ia adalah dokter hewan yang berjasa mempertemukan kami dengan Billow :)

Dua hari kemudian, tepatnya tanggal 29 Agustus 2013 kami berdua berkunjung ke kediaman Bu Ani untuk menjemput Billow dan melakukan pembayaran

Kediaman Bu Ani terletak di Tanjungsari. Sebenarnya jarak dari Jatinangor menuju Tanjungsari tidak terlalu jauh, namun harus melalui jalan yang berkelok-kelok dan dilalui oleh kendaraan besar. Timbul keraguan kami untuk menuju kesana namun itu semua itu harus kami lakukan demi menjemput Billow untuk datang ke dalam kehidupan kami.. wuilaaaahhhhh...!!!

 Kami disambut langsung oleh Bu Ani saat tiba di kediamannya. Lalu kami berdua diajak masuk ke toko hewan miliknya, disanalah untuk pertama kalinya kami melihat Billow secara langsung. Billow.... cantik, lucu, menawan, ngegemesin... mungkin itu kesan yang pertamakali muncul dipikiranku saat melihat Billow untuk pertamakalinya.

Tak sabar untuk membawa Billow ke Jatinangor, namun kami juga merasa tidak tega mengingat kami belum punya pet cargo sebagai wadah untuk membawa Billow berpergian, tetapi sukurlah Bu Ani berbaik hati meminjamkan pet cargo miliknya.

Sampai saat tulisan ini selesai dibuat sudah hampir sebulan Billow ada di kehidupan kami, sedikitpun aku tidak pernah merasa terbebani dengan kehadiran Billow diantara kesibukan kuliah, malah ia menjadi hiburan bagiku dan aku yakin Hanum berpikiran sama denganku.

Oh ya... sekarang Billow tinggal di kamar aku dan Hanum secara bergantian setiap 2 minggu sekali karena dari awal kami sudah berkomitmen bahwa Billow dan segala keperluannya adalah tanggungjawab kami berdua.


Billow, semoga kehadiranmu  bisa lebih mempererat hubungan aku dan Hanum. Terimakasih telah hadir dalam kehidupan kami J


Diam

Sabtu, 20 Juli 2013
Aku ingin terdiam
Karena aku tak ingin menuntut.. apapun.. dari siapapun

Aku tak ingin rasakan emosi
Karena aku tak ingin sakit

Aku ingin melihat tanpa harus melihat
Aku ingin bicara tanpa harus bicara
Aku ingin mendengar tanpa harus mendengar

Karena aku ingin.. Diam.

 -Dika-

Jatinangor 20 Juli 2013